Lantik Pengurus PCNU Probolinggo, Ketum PBNU Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Transformasi Digital
- Diposting oleh : kabarmerahputih
- pada tanggal : Juni 15, 2026
PROBOLINGGO – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Yahya Cholil Staquf, melantik jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo masa khidmat terbaru dalam rangkaian Pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) I yang digelar di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Desa Tegal Siwalan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, yang diasuh Dr. KH. Mohammad Khusnu Milad, M.MT. Selasa (16/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Barisan, Menumbuhkan Kaderisasi, Menegaskan Kemandirian Jam'iyah” tersebut menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan arah gerakan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Probolinggo.
Hadir mendampingi Ketua Umum PBNU, Sekretaris Jenderal PBNU Dr. KH. Amin Said Husni, MA. Dari unsur Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur hadir Wakil Katib PWNU Jawa Timur Dr. H. Ilhamulkah Sumarkan dan Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E., M.M. berdasarkan surat tugas resmi PWNU Jawa Timur.
Dari unsur pemerintah hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, S.Sos., M.Si. mewakili Bupati Probolinggo bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Dr. H. Samsur, M.PdI. didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren serta Kasi Bimbingan Masyarakat Islam.
Kegiatan juga dihadiri Rektor Universitas Nurul Jadid Prof. Dr. Hasan Baharun, Ketua PCNU Kota Probolinggo H. Arba’i Hasan, Ketua PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakim Noer, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo M. Muhlis dan Junaedi, para pengasuh pondok pesantren, alim ulama, habaib, pimpinan badan otonom NU, pengurus MWCNU se-Kabupaten Probolinggo, serta ribuan warga Nahdliyin.
*Hasil Kaderisasi yang Matang*
Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo Teguh Mahameru Zainul Hasan menyampaikan bahwa kepengurusan yang dilantik merupakan hasil proses kaderisasi dan konsolidasi organisasi yang berlangsung secara berkelanjutan selama lima tahun terakhir.
“Alhamdulillah, kepengurusan hari ini terbentuk dalam suasana yang sangat kondusif. Ini menunjukkan bahwa proses kaderisasi dan penguatan organisasi berjalan dengan baik hingga tingkat ranting,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan kelembagaan antara PCNU, MWCNU, dan ranting saat ini semakin kuat sehingga program-program organisasi dapat menjangkau kebutuhan warga Nahdliyin secara lebih efektif.
Ia menyebutkan, sebanyak 110 ranting NU di Kabupaten Probolinggo saat ini sedang melaksanakan musyawarah ranting dan seluruh proses berlangsung dengan aman, tertib, serta penuh semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Nurul Jadid atas dukungan pengembangan aplikasi NUSA Pro, sistem digital yang memungkinkan monitoring dan pengelolaan organisasi hingga tingkat ranting.
“Kami ingin tata kelola organisasi semakin modern dan terukur melalui pemanfaatan teknologi digital. NUSA Pro hadir bukan untuk menyaingi sistem Digdaya NU milik PBNU, tetapi menjadi instrumen pendukung yang terintegrasi dan saling menguatkan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan akses pendidikan tinggi bagi warga Nahdliyin akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusan ke depan.
*Pengurus NU Harus Bekerja dengan Keikhlasan*
Mewakili PWNU Jawa Timur, Wakil Katib PWNU Jawa Timur Dr. H. Ilhamulkah Sumarkan menilai tema yang diusung dalam Muskercab sangat relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.
Menurutnya, penguatan kaderisasi dan kemandirian jam'iyah merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi.
“Pengurus NU harus bekerja ekstra lillah, mengedepankan keikhlasan dan pengabdian dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan semangat itu, NU akan terus mampu melayani umat dan menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
*Gus Yahya: Jangan Jadikan Perbedaan Sebagai Alasan Berpisah*
Dalam pidato arahannya, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa pelantikan pengurus bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan bentuk akad dan komitmen untuk mengemban amanah jam'iyah.
“Ini bukan sekadar baiat, tetapi juga akad pengurus. Sebagaimana rumah tangga, tidak mungkin tanpa persoalan. Namun persoalan apa pun tidak boleh menjadi alasan untuk berpisah,” tegasnya.
Gus Yahya mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, memperkuat ukhuwah, dan memelihara hubungan spiritual dengan para ulama pendiri serta penerus perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Masuklah ke dalam jam'iyah Nahdlatul Ulama dengan cinta dan kasih sayang. Kita harus tersambung bukan hanya secara struktur organisasi, tetapi juga secara ruh dan jiwa perjuangan,” ujarnya.
Menurut Gus Yahya, kekuatan utama NU terletak pada kemampuan menjaga kesinambungan nilai, tradisi, dan semangat perjuangan para ulama dari generasi ke generasi.
*NU Harus Adaptif dan Berbasis Data*
Dalam kesempatan itu, Gus Yahya juga menegaskan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi.
Ia menyebut Nahdlatul Ulama sebagai organisasi besar dengan jaringan kelembagaan yang sangat luas, mulai dari tingkat pusat hingga ranting, serta memiliki ribuan pesantren, madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan lembaga sosial yang tersebar di seluruh Indonesia.
“NU yang sebesar ini tidak mungkin lagi dikelola secara manual. Karena itu PBNU membangun Digdaya NU sebagai sistem tata kelola organisasi berbasis data dan teknologi,” jelasnya.
Menurutnya, kecerdasan organisasi pada era modern ditentukan oleh kemampuan memahami perubahan zaman dan mengelola masa depan secara terencana.
“Kecerdasan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi kemampuan memahami realitas zaman, mengukur setiap ucapan, dan memusatkan energi pada tujuan masa depan yang ingin diwujudkan. Masa depan NU adalah masa depan kemuliaan yang diridhai Allah SWT,” katanya.
*Pemkab dan Kemenag Siap Perkuat Kolaborasi*
Mewakili Bupati Probolinggo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.
Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah, khususnya pada bidang pendidikan, sosial keagamaan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan moderasi beragama.
“Pemerintah Kabupaten Probolinggo siap berkolaborasi dengan Nahdlatul Ulama dalam mencerdaskan umat, memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan pelayanan kesehatan, mencegah stunting, dan memajukan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Samsur, memberikan apresiasi atas semangat pembaruan organisasi yang ditunjukkan PCNU Kabupaten Probolinggo melalui penguatan tata kelola berbasis digital.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan semangat transformasi kelembagaan yang terus dikembangkan Kementerian Agama.
“Kami menyambut baik inovasi yang dilakukan PCNU Kabupaten Probolinggo. Digitalisasi organisasi akan memperkuat akuntabilitas, efektivitas pelayanan, serta kualitas tata kelola hingga tingkat akar rumput,” ujarnya.
*Luncurkan NUSA Pro dan Perkuat Kemitraan Strategis*
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PCNU Kabupaten Probolinggo dan Universitas Nurul Jadid sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam bidang tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Nahdliyin.
Pada kesempatan yang sama, PCNU Kabupaten Probolinggo meluncurkan aplikasi NUSA Pro (NU Satu Data Probolinggo) sebagai platform digital untuk mendukung administrasi organisasi, pengelolaan data, monitoring program, serta tata kelola keuangan yang lebih terukur dan akuntabel.
Peluncuran NUSA Pro menjadi salah satu langkah strategis PCNU Kabupaten Probolinggo dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang modern, profesional, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Semangat tersebut sejalan dengan visi besar “NU Incorporated”. yakni gerakan kolaboratif yang menyatukan seluruh potensi Nahdliyin untuk bergerak secara strategis, terukur, dan berkelanjutan dalam mewujudkan cita-cita organisasi.
“NU Incorporated: Satu Gerak, Satu Strategi, Satu Tujuan.”
Catatan redaksional: untuk benar-benar siap tayang, tanggal kegiatan, nomor surat tugas PWNU, nama lengkap pengasuh PP Darul Mukhlasin, serta nama resmi Ketua Umum PBNU perlu dicocokkan kembali dengan data faktual acara agar seluruh unsur berita memenuhi prinsip akurasi jurnalistik.