Mewakili Kankemenag Probolinggo, Kasi PD Pontren dan Bimas Islam Hadiri Peresmian RKB dan Santunan Anak Yatim Dhuafa Yayasan Nurul Anwar

 

Probolinggo (Humas) – Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Ansori MP menghadiri kegiatan peresmian Ruang Kelas Baru (RKB) dan pemberian santunan kepada anak yatim dhuafa yang diselenggarakan Yayasan Nurul Anwar di Desa Kedungrejoso, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo. Selasa, (23/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen Yayasan Nurul Anwar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan dhuafa. Peresmian gedung RKB ditandai dengan pemotongan pita yang dilanjutkan dengan peninjauan sarana pembelajaran yang akan digunakan oleh para santri dan peserta didik.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kotaanyar Hari Pribadi mewakili Wakil Bupati Probolinggo, Kasi PD Pontren Kankemenag Kabupaten Probolinggo Ansori MP, Kasi Bimas Islam Kankemenag Kabupaten Probolinggo M. Imamuddin Nur Fajri, Penyuluh Agama Islam Sayyidina Ali dan Ghozali Abdah, Ketua MWCNU Kotaanyar Khoiri, Korwil Dinas Pendidikan Kecamatan Kotaanyar, para tokoh agama, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Camat Kotaanyar Hari Pribadi yang mewakili Wakil Bupati Probolinggo menyampaikan apresiasi atas pembangunan Ruang Kelas Baru Yayasan Nurul Anwar sebagai bentuk investasi pendidikan yang sangat strategis dalam menyiapkan generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlakul karimah.

Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan harus didukung oleh seluruh elemen masyarakat karena lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, , dalam tausiyah dan arahannya setelah peresmian gedung RKB menekankan pentingnya menanamkan nilai syukur sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Beliau menjelaskan bahwa syukur harus diwujudkan melalui empat aspek, yakni syukur dengan lisan melalui ucapan Alhamdulillah, syukur dengan hati melalui keyakinan bahwa seluruh nikmat berasal dari Allah SWT, syukur melalui penghormatan dan ucapan terima kasih kepada sesama yang menjadi perantara kebaikan, serta syukur melalui tanggung jawab dalam menjaga dan memanfaatkan nikmat untuk kemaslahatan.

Mengutip sabda Rasulullah SAW, "Man lam yasykurin-nas lam yasykurillah" (barang siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia belum bersyukur kepada Allah), beliau mengajak para santri untuk senantiasa menghormati para kiai, ustaz dan ustazah, berbakti kepada orang tua, serta mendoakan para donatur yang telah berkontribusi dalam mendukung pendidikan dan pembinaan generasi muda. 

KH. Zuhri Zaini juga menegaskan bahwa keberadaan madrasah dan lembaga pendidikan Islam merupakan nikmat besar yang harus disyukuri bersama karena menjadi sarana dalam mencetak generasi Islami yang kelak akan melanjutkan estafet kepemimpinan umat, bangsa, dan negara.

“Bersyukur adalah mengucapkan Alhamdulillah kepada Allah, berterima kasih kepada sesama manusia, dan bertanggung jawab dalam mengelola nikmat melalui amal saleh,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Ansori MP menyampaikan apresiasi atas upaya Yayasan Nurul Anwar dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan melalui penyediaan sarana belajar yang representatif. Menurutnya, pembangunan ruang kelas baru merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam memperkuat kualitas pendidikan keagamaan serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagi para santri.

“Kementerian Agama terus mendorong penguatan lembaga pendidikan keagamaan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang moderat, berkarakter, dan berdaya saing,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan. Acara ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dhuafa serta doa bersama untuk keberkahan lembaga, para donatur, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di Kabupaten Probolinggo. (red).

Berbagi

Posting Komentar