Rais Syuriyah PCNU Probolinggo: Al-Qur'an Menjadi Sumber Keberkahan dan Syafaat bagi Umat

Rais Syuriyah PCNU Probolinggo: Al-Qur'an Menjadi Sumber Keberkahan dan Syafaat bagi Umat

  • Diposting oleh : kabarmerahputih
  • pada tanggal : Juni 20, 2026

Probolinggo – Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hamid, menegaskan bahwa Al-Qur'an merupakan sumber keberkahan, petunjuk kehidupan, dan pemberi syafaat bagi umat Islam. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada kegiatan Diklat Guru Al-Qur'an Metode Tartila yang diselenggarakan Jam'iyyatul Qurra' wal Huffadz (JQH) PCNU Kabupaten Probolinggo.(21/7/2026).

Dalam sambutannya, KH. Abdul Hamid menyampaikan bahwa kehadiran para peserta dalam majelis Al-Qur'an merupakan takdir dan anugerah Allah SWT yang patut disyukuri.

"Allah SWT telah menakdirkan kita semua hadir dalam majelis Al-Qur'an ini. Mudah-mudahan karena kita berkumpul dalam kegiatan Al-Qur'an, kelak Allah SWT juga mengumpulkan kita pada hari kiamat bersama orang-orang yang memperoleh ridha-Nya," tuturnya.

Beliau juga mengapresiasi seluruh pengurus JQH Kabupaten Probolinggo yang telah melaksanakan amanah organisasi dengan baik. Pada hari yang sama, JQH menyelenggarakan dua kegiatan sekaligus, yakni Diklat Guru Al-Qur'an Metode Tartila dan Khotmil Al-Qur'an yang dilaksanakan di MWCNU Tongas dengan menghadirkan sekitar 70 hafidz dan hafidzah.

"Semoga Al-Qur'an menjadi keberkahan bagi kita semua dan kelak memberikan syafaat kepada para pembacanya," ujarnya.

Kegiatan ini terselenggara sebagai bentuk komitmen JQH PCNU Kabupaten Probolinggo dalam melayani dan memperkuat pendidikan Islam, khususnya pendidikan Al-Qur'an di tengah masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua JQH PCNU Kabupaten Probolinggo, Ustadz Mukarroman, Pimpinan Majlis Ilmu Al, Ustadz Jamaluddin, serta jajaran pengurus JQH lainnya.

Peserta Diklat diikuti sekitar 50 guru TPQ dari berbagai kecamatan di Kabupaten Probolinggo yang selama ini aktif mengajar pada Taman Pendidikan Al-Qur'an dan lembaga pendidikan Al-Qur'an lainnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori, yang mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, peningkatan kompetensi guru Al-Qur'an melalui pelatihan yang berkelanjutan sangat penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran Al-Qur'an di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Ansori juga mengusulkan adanya penguatan sinergi kelembagaan melalui nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo.

Selain itu, kerja sama juga dapat melibatkan pengurus JQH bersama Seksi Bimbingan Masyarakat Islam dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) agar program peningkatan kompetensi guru Al-Qur'an dapat dilaksanakan secara lebih masif.

"Kami berharap ke depan dapat dibangun kerja sama dan sinergi yang lebih kuat antara PCNU, Kementerian Agama, JQH, Seksi Bimas Islam, dan IPARI sehingga kegiatan pembinaan guru Al-Qur'an dapat menjangkau lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur'an di setiap kecamatan," ujarnya.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo yang sedang mengikuti rangkaian kegiatan Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama.

Beliau mengajak seluruh peserta dan pecinta Al-Qur'an untuk mendoakan agar seluruh forum Nahdlatul Ulama berjalan dengan sejuk, damai, dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menjadi lebih baik dan memberikan kemaslahatan bagi umat.

Kegiatan Diklat Guru Al-Qur'an Metode Tartila ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru Al-Qur'an yang profesional, kompeten, dan memiliki komitmen kuat dalam membangun generasi Qur'ani yang beriman, berakhlakul karimah, serta mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur'an. (red).

Berbagi

Posting Komentar