Kab. Probolinggo - Komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di sekolah terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 235 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) tingkat SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Probolinggo mengikuti kegiatan Upgrading Baca Tulis Al-Qur'an Metode Tartila Bil Qolam yang diselenggarakan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI bekerja sama dengan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur'an (FKPQ) Kabupaten Probolinggo di Rumah Makan Masada, Pajarakan, Kamis (4/6).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru PAI sebagai ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah. Melalui Metode Tartila Bil Qolam, para peserta dibekali pemahaman sekaligus keterampilan praktis untuk meningkatkan kualitas baca tulis Al-Qur'an secara baik, benar, dan terstandar.
Hadir sebagai narasumber, KH. Chairuddin Abdul Qodir, MPBTQ dan KH. Muhyiddin Maksum, asesor Guru Ngaji LSP JQH BNSP, yang memberikan materi secara mendalam dengan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif. Suasana pelatihan berlangsung dinamis karena materi tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dipadukan dengan praktik langsung yang memungkinkan peserta memahami metode secara lebih efektif.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas inisiatif MGMP PAI dan FKPQ dalam menghadirkan program peningkatan kompetensi yang berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran agama Islam di sekolah.
“Ini merupakan terobosan yang luar biasa dari MGMP PAI yang bekerja sama dengan FKPQ Kabupaten Probolinggo. Guru Pendidikan Agama Islam memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing peserta didik untuk mencintai dan memahami Al-Qur'an. Karena itu, sangat penting bagi guru PAI untuk memiliki kemampuan membaca Al-Qur'an yang baik dan benar sesuai kaidah yang berlaku,” tegas Dr. Samsur.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam mewujudkan layanan pendidikan agama yang berkualitas. Guru yang kompeten akan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter religius peserta didik.
Yang menarik, kegiatan upgrading ini tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan kompetensi, seluruh peserta diwajibkan mengikuti sesi Munaqasah atau uji kompetensi pada akhir kegiatan. Langkah ini menjadi inovasi tersendiri karena hasil pelatihan dapat langsung diukur melalui kemampuan praktik peserta.
Pelaksanaan munaqasah dibagi ke dalam sepuluh kelompok dengan pendampingan langsung dari para Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Melalui proses ini, para guru diuji kemampuan membaca Al-Qur'an serta pemahaman mereka terhadap Metode Tartila Bil Qolam yang telah dipelajari sepanjang kegiatan berlangsung.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo menilai bahwa model pelatihan yang disertai evaluasi kompetensi seperti ini perlu terus dikembangkan. Selain memberikan pengalaman belajar yang lebih efektif, metode tersebut juga mampu memetakan kemampuan peserta sehingga program pembinaan berikutnya dapat disusun secara lebih terarah dan tepat sasaran.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi guru secara individu, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran Al-Qur'an di sekolah. Ketika guru semakin berkualitas, maka peserta didik juga akan memperoleh layanan pendidikan agama yang lebih baik,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan profesionalitas guru PAI sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Sinergi antara Kemenag, MGMP PAI, FKPQ, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang kuat terhadap Al-Qur'an dan ajaran Islam (Red.).