Kab. Probolinggo - Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati kawasan Pondok Pesantren Islam Al Habib Muhammad Shodiq bin Husein Ahlussunnah Wal Jamaah, Desa Brani Kulon, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, pada Ahad (26/7), dalam rangka menghadiri Haul ke-42 Al Arif Billah Waliyullah Habib Husein bin Hadi Al Hamid.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi momentum spiritual sekaligus forum silaturahmi umat Islam dalam mengenang perjuangan dan keteladanan Habib Husein bin Hadi Al Hamid sebagai ulama, pendidik, dan penyebar dakwah yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan Islam dan pembinaan masyarakat di kawasan Tapal Kuda.
Rangkaian acara dipusatkan di Masjid Al Mubarok Habib Husein dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur'an, tahlil, manaqib, maulid, doa bersama, serta tausiyah keagamaan. Tradisi haul tidak hanya menjadi ekspresi penghormatan kepada ulama, tetapi juga berfungsi sebagai media transmisi nilai-nilai keislaman, penguatan ukhuwah Islamiyah, serta pelestarian tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah yang telah mengakar di tengah masyarakat.
Penyelenggaraan haul tahun ini kembali menunjukkan kuatnya budaya gotong royong masyarakat. Keluarga besar pesantren, para santri, relawan, serta warga sekitar bersinergi menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan guna memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu dan jemaah yang hadir. Semangat kebersamaan tersebut menjadi cerminan nilai-nilai pengabdian, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap tamu yang diwariskan oleh para ulama.
Salah satu tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi keagamaan yang berkembang di lingkungan pesantren sekaligus apresiasi atas kontribusi para ulama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Dalam perspektif pembangunan sosial-keagamaan, kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama mencerminkan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga kerukunan umat, serta mendorong pelestarian warisan intelektual Islam sebagai bagian dari identitas budaya bangsa.
Tradisi haul memiliki fungsi yang melampaui dimensi ritual keagamaan. Haul merupakan instrumen pelestarian sanad keilmuan, reproduksi nilai-nilai moral, serta penguatan identitas sosial masyarakat melalui internalisasi keteladanan para ulama. Oleh karena itu, penyelenggaraan haul menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tradisi pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Habib Husein bin Hadi Al Hamid dikenal sebagai ulama kharismatik yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah Islam, pendidikan, dan pembinaan umat. Warisan perjuangannya terus dilanjutkan oleh keluarga besar pesantren melalui pengembangan lembaga pendidikan serta aktivitas dakwah yang menekankan nilai keilmuan, akhlak, persatuan, dan pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan Haul ke-42 ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen umat Islam dalam meneladani nilai-nilai keikhlasan, istiqamah, persatuan, dan pengabdian kepada agama, bangsa, serta masyarakat. Lebih dari sekadar agenda tahunan, haul menjadi manifestasi nyata kesinambungan tradisi keilmuan Islam yang relevan dalam menjawab tantangan kehidupan sosial-keagamaan di era modern. (red).