Jemput Bola Layanan SAHABAT di KUA Banyuanyar, Bimas Islam dan PD Pontren Perkuat Pelayanan Keagamaan art

Banyuanyar – Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas kepada masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Jemput Bola Layanan SAHABAT yang digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Banyuanyar, Kamis (30/7/2026). 

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Muhammad Imamuddin Nur Fajri, bersama Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren), Ansori. Turut hadir mendampingi Plt. Kepala KUA Banyuanyar, Hartono, beserta operator EMIS, SINTREN, dan SIPDARLPQ, M. Sholeh, serta Nasir dan jajaran terkait.

Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Imamuddin Nur Fajri melakukan monitoring terhadap progres layanan penerbitan BRUS sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan Bimas Islam. Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan administrasi berjalan sesuai prosedur, tepat waktu, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat.

Di saat yang sama, Ansori memimpin penguatan layanan verifikasi lembaga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan Madrasah Diniyah (Madin) bersama tim verifikator kecamatan. Kegiatan ini bertujuan memastikan validitas data serta kelengkapan administrasi lembaga agar pembinaan dan pengelolaan pendidikan keagamaan semakin tertata.

Operator EMIS, SINTREN, dan SIPDARLPQ, M. Sholeh, memberikan pendampingan teknis kepada para operator lembaga dalam proses verifikasi dan pembaruan data. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembinaan pendidikan keagamaan.

Muhammad Imamuddin Nur Fajri menyampaikan bahwa kegiatan jemput bola merupakan bentuk nyata komitmen Kementerian Agama dalam mendekatkan layanan kepada masyarakat.

"Melalui layanan jemput bola ini, kami ingin memastikan seluruh layanan Bimas Islam maupun pembinaan lembaga pendidikan keagamaan dapat diakses dengan mudah, cepat, dan tepat sasaran. Sinergi antara KUA, tim verifikator, dan operator menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan," ujarnya.

Senada dengan itu, Ansori menegaskan pentingnya verifikasi data TPQ dan Madin sebagai fondasi pembinaan yang berkelanjutan.

"Data yang valid akan mendukung penyusunan program pembinaan yang tepat sasaran. Karena itu, kami terus memperkuat koordinasi dengan tim verifikator kecamatan dan para operator agar proses verifikasi berjalan optimal," ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara Bimas Islam, PD Pontren, KUA, tim verifikator, dan para operator semakin kuat sehingga pelayanan keagamaan dan pembinaan lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Banyuanyar dapat terlaksana secara profesional, akuntabel, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (red).

Berbagi

Posting Komentar