Probolinggo — Pondok Pesantren Miftahul Arifin Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, menggelar Haflah Akhirussanah yang dirangkaikan dengan Haul Pendiri Pondok Pesantren, almaghfurlah KH. Saifullah Arif dan Hj. Tin Shohifah Mutmainnah, pada Ahad (20/7). Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri para ulama, habaib, tokoh agama, tokoh masyarakat, alumni, serta unsur pemerintah.
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Arifin, KH. M. Wadi Thobroni Arif, S.Pd., bersama Ning Hj. Rohmatul Ummah menyambut langsung para tamu undangan. Hadir pula cucu Syaikhona Kholil Bangkalan, KH. Ahmad Fauzi Mustajab, Habib Muhammad Alhabsyi, Habib Alwi, Ketua Rabithah Ma'ahidil Islamiyah (RMI) Kabupaten Probolinggo Gus Rozi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kuripan, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Probolinggo Ustaz Jamaluddin, serta penceramah KH. Badrus Sholeh dari Jember.
Dari unsur pemerintah hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren). Turut hadir Camat Bantaran Junaedi, S.Sos., M.Si., bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Habib Muhammad Alhabsyi, dilanjutkan pembacaan tahlil oleh KH. Ahmad Fauzi Mustajab sebagai doa bersama untuk para pendiri pondok pesantren.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa pesantren memiliki posisi strategis sebagai benteng moral sekaligus pusat pembentukan karakter generasi bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi.
> "Pesantren harus tetap menjadi benteng moral. Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan zaman, santri harus dibekali ilmu agama yang kuat sekaligus ilmu pengetahuan umum agar mampu menjawab tantangan masa depan," tegasnya.
Ia mengapresiasi dedikasi Pondok Pesantren Miftahul Arifin dalam mengembangkan pendidikan berbasis Islam dan berharap pesantren terus istiqamah meningkatkan kualitas pendidikan serta melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, para orang tua diharapkan terus mendampingi serta memberikan motivasi kepada putra-putrinya untuk menempuh pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.
Dr. Samsur juga mengingatkan bahwa generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin kompleks, seperti penyalahgunaan teknologi digital, maraknya judi daring, kecanduan gim daring, hingga berbagai perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.
"Arus informasi bergerak sangat cepat. Karena itu, mari kita budayakan kebaikan sebagai santri. Perkuat ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, kemudian lanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi agar menjadi generasi yang siap membangun masa depan dan mewujudkan keluarga yang sakinah serta berkualitas," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Samsur juga menyampaikan bahwa Kabupaten Probolinggo saat ini memiliki sekitar 320 pondok pesantren, lebih dari 1.700 Madrasah Diniyah (Madin), sekitar 1.500 lembaga pendidikan Al-Qur'an (TPQ), serta ribuan lembaga pendidikan Islam lainnya yang meliputi RA, MI, MTs, dan MA. Secara keseluruhan, jumlah lembaga pendidikan keagamaan di bawah binaan Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mencapai lebih dari 4.000 lembaga. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal besar dalam membangun sumber daya manusia yang religius, moderat, dan berdaya saing.
Pondok Pesantren Miftahul Arifin sendiri menaungi berbagai lembaga pendidikan dan dakwah, di antaranya TPQ, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula dan Wustha, SMP dan SMA Miftahul Arifin, Majelis Manaqib Syekh Abdul Qadir al-Jailani, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mekah Madinah.
Selain Haflah Akhirussanah dan Haul Pendiri, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pentas seni dan mahakarya santri yang telah digelar pada malam sebelumnya. Penampilan tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman, budaya, dan tradisi pesantren.
Momentum Haflah Akhirussanah dan Haul Pendiri ini menjadi refleksi atas perjuangan para pendiri Pondok Pesantren Miftahul Arifin dalam membangun pendidikan Islam. Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus menginspirasi seluruh keluarga besar pesantren untuk menjaga tradisi keilmuan, memperkuat akhlakul karimah, serta melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. (red).
