Probolinggo (Kemenag) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) memiliki mandat yang jauh lebih luas daripada sekadar melayani administrasi pernikahan. Sebagai ujung tombak pelayanan Kementerian Agama di tingkat kecamatan, KUA berperan strategis dalam memperkuat pembinaan keagamaan, pemberdayaan masyarakat, serta pelayanan sosial keagamaan yang berdampak langsung bagi umat.
Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Realisasi Bantuan Dompet Dhuafa Triwulan III yang dirangkaikan dengan Pembinaan Guru Ngaji dan Dhuafa di Kantor Urusan Agama Kecamatan Sukapura, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program Kampung Zakat Kecamatan Sukapura, hasil kolaborasi antara Kementerian Agama melalui KUA Kecamatan Sukapura dengan Dompet Dhuafa sebagai mitra strategis dalam penguatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 37 penerima manfaat dari kalangan dhuafa memperoleh bantuan tunai sebesar Rp300.000 per orang. Selain itu, sembilan guru ngaji menerima bantuan berupa paket sembako dengan nilai yang setara sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi mereka dalam membina pendidikan keagamaan di masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dompet Dhuafa Jakarta Selatan, Kamaluddin, yang melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Kampung Zakat guna memastikan efektivitas program serta keberlanjutan dampaknya bagi masyarakat.
Turut hadir Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, M. Imamuddin Nur Fajri, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Yazid Zain, serta Kepala KUA Kecamatan Sukapura yang juga menjabat sebagai Ketua Kampung Zakat Kecamatan Sukapura, Muhammad Arif Rahman Hakim.
Dalam sambutannya, Muhammad Arif Rahman Hakim menyampaikan apresiasi atas konsistensi Dompet Dhuafa dalam mendukung Program Kampung Zakat. Menurutnya, kemitraan tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan masyarakat yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan sosial, tetapi berkembang menjadi program yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, memperkuat ketahanan sosial, serta memperluas akses layanan keagamaan.
"Kampung Zakat diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang mampu menghadirkan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan, sehingga manfaat yang dirasakan tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.
Sementara itu, Kakankemenag Kabupaten Probolinggo mengajak masyarakat untuk memandang kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan sosial dan kolaborasi antarlembaga dalam melayani umat.
"Jangan hanya memandang kegiatan ini sebagai pemberian bantuan atau uang semata. Jadikan momentum ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antara Kementerian Agama, Dompet Dhuafa, dan masyarakat," tegasnya.
Lebih lanjut, Samsur menjelaskan bahwa transformasi layanan Kementerian Agama menempatkan KUA sebagai pusat pelayanan keagamaan yang multidimensional. Selain melayani administrasi pernikahan, KUA juga menjalankan berbagai fungsi strategis, antara lain pembinaan keluarga sakinah, pendampingan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) melalui penyuluh agama, pemberantasan buta aksara Al-Qur'an, pelayanan zakat dan wakaf, edukasi pencegahan perkawinan anak, pembinaan majelis taklim, hingga penguatan moderasi beragama di tengah masyarakat.
Menurutnya, seluruh layanan tersebut merupakan implementasi dari inovasi SAHABAT (Solusi Hadir Bagi Umat), sebuah pendekatan pelayanan yang menempatkan Kementerian Agama sebagai institusi yang hadir secara nyata dalam memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat.
"Melalui semangat SAHABAT, kami ingin memastikan bahwa masyarakat mengenal KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang terbuka, mudah diakses, serta mampu memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan umat, bukan hanya dalam urusan pernikahan," ungkapnya.
Pada sesi pembinaan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, M. Imamuddin Nur Fajri, mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menghadapi tantangan era digital. Ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial oleh anak-anak serta remaja agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bijaksana tanpa mengurangi kualitas pembinaan akhlak dan kehidupan beragama.
"Pendampingan keluarga menjadi benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda. Teknologi harus menjadi sarana pengembangan diri, bukan sebaliknya menjadi faktor yang menggerus nilai-nilai moral dan keagamaan," pesannya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Yazid Zain.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Kementerian Agama, KUA Kecamatan Sukapura, Dompet Dhuafa, dan seluruh elemen masyarakat, Program Kampung Zakat diharapkan semakin berkembang sebagai model pemberdayaan berbasis kolaborasi yang mampu menghadirkan manfaat sosial, memperkuat solidaritas, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Kehadiran program ini juga menjadi bukti bahwa transformasi pelayanan Kementerian Agama tidak hanya berorientasi pada pelayanan administratif, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan umat. (red). #kemenag #kampungzakat #terpadu #kzt #sukapura #puncak #bromo #indonesiaberbagi #peu #ekonomi #umat
