Kasi PD Pontren Pimpin Apel Bendera, Tekankan Implementasi Nilai BerAKHLAK dan Sinergi Wujudkan Iklim Pendidikan yang Berkualitas

Probolinggo (Kemenag) – Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menjadi pembina apel bendera yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama pada Jumat (17/7/2027). Dalam amanatnya, ia mengajak seluruh ASN untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai budaya kerja sekaligus landasan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Menurutnya, nilai BerAKHLAK bukan sekadar slogan, melainkan core values yang menjadi pedoman berpikir, bersikap, dan bertindak bagi setiap ASN. Nilai tersebut meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Ia menegaskan bahwa ASN harus senantiasa berorientasi pada pelayanan dengan memahami kebutuhan masyarakat, memberikan pelayanan yang cepat, tepat, ramah, dan solutif, serta terus melakukan inovasi demi meningkatkan kualitas layanan publik. Selain itu, ASN juga dituntut bekerja secara akuntabel, menjunjung tinggi integritas, meningkatkan kompetensi, menjaga keharmonisan, loyal terhadap bangsa dan negara, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu membangun kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

"Nilai-nilai BerAKHLAK harus hadir dalam setiap aktivitas kita. Masyarakat harus merasakan manfaat dari kehadiran ASN melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan penuh tanggung jawab," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kasi PD Pontren juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan seluruh ASN, khususnya para pengawas madrasah dan penyuluh agama. Ia meminta setiap ASN memiliki alarm atau pengingat pribadi agar tidak lalai menjalankan tugas pembinaan dan pendampingan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pengawas madrasah diharapkan terus meningkatkan intensitas pembinaan di madrasah binaan, sedangkan penyuluh agama diminta aktif hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, dan pembinaan keagamaan yang menyejukkan.

Selain itu, ia menyoroti pelaksanaan tugas verifikator kecamatan yang membutuhkan dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. Menurutnya, pengawas madrasah dan penyuluh agama memiliki peran strategis dalam memberikan data, informasi, serta pendampingan di lapangan sehingga proses verifikasi dapat berjalan secara objektif, akurat, dan tepat sasaran.

"Kami berharap para pengawas madrasah dan penyuluh agama dapat membantu pelaksanaan tugas verifikator kecamatan sesuai dengan kewenangan masing-masing. Sinergi ini penting untuk mewujudkan iklim pendidikan yang baik, lingkungan belajar yang sehat, serta pelayanan pendidikan keagamaan yang semakin berkualitas," tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pembinaan yang berkesinambungan merupakan investasi penting dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia. Karena itu, seluruh ASN diminta meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan peserta didik dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai agama maupun kebangsaan.

"Kita tidak ingin generasi kita tumbuh menjadi generasi yang lemah dalam ilmu, miskin etika, dan kehilangan moral. Pembinaan di madrasah maupun di tengah masyarakat harus terus diperkuat agar peserta didik memiliki karakter yang baik, cinta tanah air, menghargai keberagaman, serta memiliki pemahaman keagamaan yang moderat sehingga terhindar dari paham-paham radikal yang dapat merusak persatuan bangsa," pesannya.

Mengakhiri amanatnya, Kasi PD Pontren mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat sinergi, saling mendukung dalam setiap kebaikan, serta membiasakan diri bersabar dalam menghadapi tantangan pekerjaan.

"Melalui kolaborasi, semangat melayani, dan kesabaran, saya yakin kita mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan pendidikan keagamaan, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter," pungkasnya. (red).

Berbagi

Posting Komentar