Kemenag Probolinggo Siap Perkuat Branding Positif Pesantren, Samsur: Kebaikan Harus Menjadi Narasi Utama



Jatim (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Dr. Samsur, menegaskan komitmennya untuk memperkuat implementasi Pesantren Ramah Anak sekaligus mendorong penguatan branding positif pesantren sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pendidikan Islam. Rabu, (22/7/2026).

Komitmen tersebut disampaikan Samsur usai mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi Pesantren Ramah Anak dan Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren yang diselenggarakan Direktorat Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di Hotel Santika Gresik.

Menurut Samsur, forum tersebut tidak hanya membahas penguatan kebijakan perlindungan anak di lingkungan pesantren, tetapi juga menghasilkan semangat bersama untuk membangun komunikasi publik yang lebih efektif melalui publikasi berbagai praktik baik yang selama ini tumbuh di pesantren.

"Pesantren memiliki sejarah panjang dalam mencetak ulama, membangun karakter bangsa, dan menjaga nilai-nilai keislaman serta kebangsaan. Karena itu, berbagai kebaikan yang lahir dari pesantren harus terus didokumentasikan dan dipublikasikan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang," ujar Samsur.

Ia menilai, di tengah derasnya arus informasi digital, keberhasilan pesantren tidak cukup hanya diwujudkan melalui program dan layanan pendidikan yang berkualitas. Berbagai inovasi, prestasi santri, pengabdian para kiai dan nyai, hingga kiprah sosial pesantren juga perlu dihadirkan secara konsisten di ruang publik sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.

Samsur menegaskan bahwa jajaran Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo siap menindaklanjuti arahan Direktorat Pesantren dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui penguatan sinergi dengan pondok pesantren di wilayahnya.

Salah satu langkah yang akan didorong adalah optimalisasi pendataan kelembagaan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas pengelola informasi dan kehumasan agar setiap praktik baik di lingkungan pesantren dapat terdokumentasi dan dipublikasikan secara profesional.

Menurutnya, dokumentasi yang baik bukan sekadar kebutuhan administrasi, melainkan menjadi bagian penting dalam merekam kontribusi nyata pesantren terhadap pembangunan bangsa. Melalui dokumentasi yang akurat dan publikasi yang berkelanjutan, masyarakat akan melihat bahwa pesantren terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, inklusif, serta berkomitmen mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.

"Branding positif bukan berarti menutupi persoalan yang ada, tetapi menghadirkan keseimbangan informasi. Ketika ada keberhasilan, inovasi, dan kontribusi besar pesantren bagi masyarakat, itu juga harus diketahui publik. Kebaikan tidak boleh berhenti menjadi fakta, tetapi harus menjadi narasi yang menginspirasi," tegasnya.

Samsur berharap semangat kolaborasi yang dibangun dalam forum nasional tersebut dapat memperkuat implementasi Pesantren Ramah Anak di Kabupaten Probolinggo sekaligus meningkatkan literasi publik mengenai peran strategis pesantren dalam mencetak generasi berakhlak, moderat, dan cinta tanah air.

Ia optimistis, dengan sinergi antara Kementerian Agama, pengasuh pondok pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat, pesantren akan semakin kokoh sebagai pusat pendidikan, dakwah, pemberdayaan umat, serta benteng pembentukan karakter bangsa di tengah tantangan era digital. Selain Kepala Kemenag dalam kegiatan tersebut, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Ning Saifiyatil Kamilah, dari Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Putri dan Ning Hj. Diana Khalidah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton. (red).

Berbagi

Posting Komentar