PROBOLINGGO – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, menegaskan bahwa tradisi Selamatan Desa merupakan media strategis dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, mempererat persatuan masyarakat, sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Selamatan Desa Wringin Anom yang dirangkai dengan pengajian akbar di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Selasa, (28/7/2026).
Kegiatan yang diprakarsai Pemerintah Desa Wringin Anom tersebut dihadiri jajaran Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus PCNU, MWCNU, Gerakan Pemuda Ansor, Ketua MUI Kecamatan Kuripan H. Al-Iman, Ketua MWCNU Zainullah, Rois MWCNU KH Abdul Aziz, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, serta ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Pengajian menghadirkan dua mubalig, yakni KH Abu Nawas dari Sidoarjo dan KH Kholil Yasin dari Madura. Tausiyah yang disampaikan mengajak masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan semangat persatuan dan kepedulian sosial sebagai fondasi pembangunan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Samsur, memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Wringin Anom dalam menjaga tradisi keagamaan yang sejalan dengan upaya membangun masyarakat religius, moderat, dan rukun.
Menurutnya, Kementerian Agama terus berkomitmen mendukung setiap ikhtiar masyarakat yang berorientasi pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan keagamaan, serta pembinaan kehidupan umat yang harmonis. Tradisi seperti Selamatan Desa dinilai menjadi ruang kolaborasi yang efektif antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam merawat nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkokoh spiritualitas masyarakat.
Samsur juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kedekatan historis dengan Desa Wringin Anom. Sebelum menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, ia turut merintis berdirinya lembaga pendidikan keagamaan tingkat dasar di wilayah tersebut. Inisiatif tersebut, menurutnya, dapat terwujud berkat dukungan penuh Kepala Desa Wringin Anom beserta seluruh elemen masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan pendidikan Islam.
"Sinergi antara pemerintah desa, tokoh agama, dan Kementerian Agama merupakan modal utama dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta memiliki daya saing. Pendidikan keagamaan harus terus diperkuat agar mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan cinta tanah air," ujar Samsur.
Ia berharap keberkahan senantiasa menyertai masyarakat Wringin Anom sehingga desa tersebut menjadi wilayah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
"Semoga Allah SWT menjadikan Desa Wringin Anom sebagai negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, masyarakatnya hidup dalam ketenteraman, kerukunan, serta senantiasa memperoleh limpahan rahmat dan keberkahan," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wringin Anom, Daryono, menyampaikan bahwa Selamatan Desa merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan seluruh lapisan masyarakat.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat melalui doa bersama, pembacaan shalawat, serta pengajian akbar yang diikuti antusias oleh masyarakat. Momentum tersebut menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara Pemerintah Desa, Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan Islam, dan para ulama dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, serta berlandaskan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin. (red) .