PROBOLINGGO – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Pengajian Umum yang menjadi puncak rangkaian Haflatul Ikhtibar Ke-41 Pondok Pesantren Ummul Quro Bantaran, Kabupaten Probolinggo. Ribuan jamaah yang terdiri atas santri, wali santri, alumni, tokoh agama, dan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti tausiyah yang disampaikan oleh KH. Romzi Ahmad dan Neng Hj. Nur Asiah, cicit ulama kharismatik Syaikhona Kholil Bangkalan.
Dalam tausiyahnya, Neng Hj. Nur Asiah mengajak seluruh jamaah menjadikan majelis ilmu sebagai sarana untuk memperbaiki diri, menata hati, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
"Datang ke pengajian bukan sekadar menghadiri majelis ilmu, tetapi untuk menata diri dan menata hati. Kita harus terus berusaha memperbaiki diri, karena setiap amal perbuatan kelak akan dihisab dan ditimbang di hadapan Allah SWT," tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keistiqamahan dalam beribadah, memperbanyak amal saleh, serta menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.
Sementara itu, KH. Romzi Ahmad menekankan pentingnya membangun kekuatan batin dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, setiap langkah yang ditempuh hendaknya dilandasi niat yang ikhlas dan tujuan yang benar agar memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
"Mudah-mudahan kita semua memiliki alaqah batiniyah yang kuat dalam setiap langkah kehidupan," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Neng Hj. Nur Asiah juga mengupas makna mendalam sebuah syi'ir Madura yang menggambarkan besarnya kasih sayang orang tua kepada anak-anaknya. Melalui syi'ir tersebut, ia mengingatkan bahwa pengorbanan seorang ayah dan ibu tidak pernah dapat diukur dengan materi. Kasih sayang, doa, kerja keras, serta pengorbanan yang tulus merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan perhatian, pendidikan agama, serta keteladanan kepada putra-putrinya agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Pengajian Umum ini menjadi penutup yang penuh makna dalam rangkaian Haflatul Ikhtibar Ke-41 PP Ummul Quro Bantaran. Selain mempererat silaturahmi antara pesantren, alumni, wali santri, dan masyarakat, kegiatan tersebut juga menegaskan komitmen pesantren dalam mencetak generasi Islam yang unggul, berakhlakul karimah, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan berlandaskan iman dan ilmu. (red).
