Kab. Probolinggo - Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori, didampingi Operator EMIS Kemenag Kabupaten Probolinggo, Sholahuddin, melaksanakan kegiatan pembinaan dan penguatan administrasi kelembagaan di Kecamatan Sumber, Kamis (27/8).
Kegiatan yang berlangsung di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Riyadlus Sholihin, Kecamatan Sumber, tersebut merupakan bagian dari langkah jemput bola Seksi PD Pontren dalam menyapa dan memberikan pendampingan kepada para pendidik serta pengelola lembaga pendidikan keagamaan di kawasan terpencil. Kecamatan Sumber sendiri merupakan wilayah yang berdekatan dengan kawasan Sukapura dan Gunung Bromo.
Dalam kesempatan tersebut, Ansori menegaskan pentingnya menjaga kerukunan umat sebagai nilai luhur yang harus senantiasa menghiasi diri setiap insan pendidikan. Menurutnya, semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kerukunan menjadi modal penting dalam mengawal terwujudnya pendidikan keagamaan yang berkualitas, khususnya di wilayah terpencil.
“Pendidikan yang berkualitas tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemangku kepentingan, hingga para pengelola lembaga pendidikan,” ungkap Ansori.
Ia mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, para pemangku kepentingan, kepala TPQ, kepala Madrasah Diniyah, pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta tim verifikator untuk bersama-sama melakukan pembenahan kelembagaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola dan mewujudkan lembaga pendidikan yang tertib administrasi serta tertib data.
Ansori menekankan bahwa pembinaan yang dilaksanakan bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengelolaan lembaga yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Sholahuddin menegaskan bahwa Education Management Information System (EMIS) memiliki peran strategis sebagai basis utama pengelolaan data lembaga pendidikan keagamaan.
“EMIS merupakan nyawanya lembaga. Melalui EMIS, proses belajar mengajar, data guru, data santri, hingga sarana dan prasarana dapat diukur, dipantau, dan diketahui secara akurat,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemutakhiran data EMIS juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program pemerintah. Termasuk di dalamnya, penyaluran bantuan pendidikan seperti Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) dari pemerintah daerah yang memerlukan data lembaga yang valid dan mutakhir.
Melalui kegiatan pembinaan tersebut, Seksi PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo berharap seluruh lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Sumber semakin memahami pentingnya tertib administrasi dan pemutakhiran data. Di tengah tantangan geografis kawasan terpencil, semangat kebersamaan dan kerukunan diharapkan menjadi kekuatan untuk terus menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen Kemenag Kabupaten Probolinggo dalam memastikan pendampingan dan pelayanan pendidikan keagamaan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses. Dengan sinergi yang kuat, tertib data, dan semangat menjaga kerukunan umat, pendidikan keagamaan diharapkan terus tumbuh menjadi fondasi pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. (red)
