Kemenag Kabupaten Probolinggo Ikuti Rakor TP-UKS/M Jawa Timur 2026, Perkuat Sinergi Madrasah dan Pesantren Wujudkan Peserta Didik Sehat
- Diposting oleh : kabarmerahputih
- pada tanggal : Agustus 05, 2026
Probolinggo – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (TP-UKS/M) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (6/8/2026). Kegiatan yang diinisiasi Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut mengusung tema "Penguatan Peran TP-UKS/M dalam Mendukung Optimalisasi Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi Peserta Didik."
Rapat koordinasi diikuti oleh unsur Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Bagian Kesejahteraan Rakyat, Cabang Dinas Pendidikan, MKKS SMA/SMK/SLB, hingga Puskesmas se-Jawa Timur. Dari lingkungan Kementerian Agama, peserta berasal dari bidang yang membidangi pendidikan madrasah dan pondok pesantren.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur dan menghadirkan narasumber dari Biro Kesejahteraan Rakyat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Dalam paparannya, Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Tim Pembina UKS/M di seluruh daerah. Pemerintah kabupaten/kota didorong segera membentuk atau memperbarui Surat Keputusan (SK) TP-UKS/M hingga tingkat kecamatan dan satuan pendidikan sebagai landasan koordinasi lintas sektor dalam mewujudkan sekolah dan madrasah sehat.
Evaluasi pelaksanaan UKS/M Tahun 2025 juga menjadi perhatian. Sejumlah indikator yang menjadi penilaian pada Kabupaten/Kota Sehat dinilai masih memerlukan penguatan, antara lain persentase sekolah dan madrasah yang telah mengimplementasikan program Sekolah Sehat, capaian Indeks Kabupaten Sehat (IKS), jumlah sekolah berpredikat Adiwiyata, serta berbagai indikator pendukung lainnya.
Provinsi Jawa Timur mengingatkan bahwa Lomba Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Nasional akan kembali diselenggarakan pada tahun 2027. Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan monitoring, pembinaan, dan penguatan seluruh indikator agar kabupaten/kota di Jawa Timur mampu meningkatkan prestasi pada ajang nasional tersebut.
Cek Kesehatan Gratis Diperkuat melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Pada sesi berikutnya, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur memaparkan implementasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah sebagai salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan.
Disampaikan bahwa CKG bertujuan melakukan deteksi dini berbagai masalah kesehatan peserta didik, memantau status gizi dan tumbuh kembang secara berkala, meningkatkan konsentrasi belajar serta prestasi akademik, sekaligus menyediakan data kesehatan peserta didik sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan daerah.
Pelaksanaan CKG dilakukan sepanjang tahun dan dimulai sejak Januari 2026, dengan pemeriksaan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Pemeriksaan meliputi status gizi, tekanan darah, kesehatan mata, telinga, gigi, kadar gula darah, tuberkulosis, anemia, kesehatan reproduksi pada jenjang tertentu, pemeriksaan hepatitis, hingga skrining penyakit menular sesuai kondisi wilayah seperti malaria, frambusia, kusta, dan skabies.
Dalam pemaparannya juga ditegaskan bahwa pelaksanaan CKG telah memiliki landasan hukum yang kuat, di antaranya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, serta berbagai Keputusan Menteri Kesehatan yang mengatur petunjuk teknis penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis di satuan pendidikan.
Program tersebut selaras dengan arah pembangunan kesehatan nasional dalam mendukung Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), khususnya penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Pesantren Tangguh Bencana Jadi Bagian Penguatan Ketahanan Pendidikan
Selain membahas penguatan UKS/M dan pelaksanaan CKG, rapat koordinasi juga menyoroti pentingnya pengembangan Pesantren Tangguh Bencana. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyusun buku panduan sebagai pedoman bagi pondok pesantren dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.
Panduan tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pesantren dalam membangun sistem mitigasi risiko, meningkatkan kapasitas pengelola dan santri, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tangguh, dan responsif terhadap kondisi darurat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung kesehatan peserta didik di madrasah dan pondok pesantren.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor kesehatan, dunia pendidikan, dan Kementerian Agama, diharapkan pelaksanaan UKS/M, Program Cek Kesehatan Gratis, serta penguatan Pesantren Tangguh Bencana dapat berjalan secara optimal. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Mp).


