Kemenag Probolinggo dan DPC FKDT Perkuat Pembinaan EMIS serta Sosialisasi Insentif Guru Ngaji dan Madin

 


Kab. Probolinggo - Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Probolinggo melaksanakan monitoring, pembinaan, dan pendampingan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Education Management Information System (EMIS), sekaligus sosialisasi ketentuan Peraturan Bupati (Perbup) tentang kriteria penerima insentif guru ngaji dan Madrasah Diniyah (Madin), Selasa, (18/8).

Kegiatan berlangsung di Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tongas. Puluhan pengelola Madrasah Diniyah dan perwakilan guru ngaji di wilayah Tongas mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan menghadirkan Operator PD Pontren Kankemenag Kabupaten Probolinggo Sholehuddin, Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo Gus Ahmad Ubaidillah, dan Sekretaris Jenderal DPAC FKDT Tongas Subhan sebagai narasumber.

Dalam penyampaian materi pembinaan EMIS, Ustaz Sholehuddin menekankan pentingnya ketelitian dan keakuratan data lembaga. Menurutnya, data EMIS merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola pendidikan keagamaan sekaligus menjadi basis informasi dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

“BAP EMIS jangan dipandang sebatas pemenuhan administrasi. Data yang tercatat harus menggambarkan kondisi lembaga yang sebenarnya, sehingga dapat menjadi dasar yang valid dalam proses pembinaan, pemetaan, dan perencanaan program,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pengelola lembaga agar melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap data sebelum proses BAP. Ketepatan identitas lembaga, data pendidik, peserta didik, serta komponen administrasi lainnya perlu menjadi perhatian agar tidak menimbulkan persoalan pada tahapan berikutnya.

Sementara itu, sosialisasi mengenai kriteria penerima insentif guru ngaji dan Madrasah Diniyah diarahkan untuk memberikan pemahaman yang seragam kepada para pengelola lembaga. Penjelasan tersebut mencakup aspek persyaratan dan proses verifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Gus Ubaidillah, menyampaikan bahwa sinergi antara Kementerian Agama dan FKDT menjadi bagian penting dalam memperkuat pembinaan pendidikan diniyah di tengah masyarakat.

“Yang kita bangun bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga kesamaan pemahaman. Kami ingin proses verifikasi berjalan objektif, transparan, dan sesuai ketentuan. Karena itu, setiap lembaga harus memastikan data dan dokumen yang disampaikan benar serta dapat dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Menurutnya, tertib data EMIS memiliki arti strategis bagi keberadaan Madrasah Diniyah dan guru ngaji. Data yang valid akan membantu pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi pendidikan diniyah di lapangan.

“Pendampingan BAP EMIS ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar keberadaan Madrasah Diniyah dan guru ngaji dapat terdata dengan baik. Dengan demikian, pembinaan dan program dukungan pemerintah dapat dilaksanakan secara lebih terarah dan tepat sasaran,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal DPAC FKDT Tongas, Ustaz Subhan, mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Ia berharap materi yang diperoleh dapat segera ditindaklanjuti oleh masing-masing lembaga.

“Kami berharap setelah kegiatan ini pengelola Madin dapat segera melakukan pembenahan administrasi dan pembaruan data EMIS sesuai kondisi riil lembaga. Dengan begitu, proses verifikasi dapat berjalan lebih tertib dan tidak mengalami kendala,” tuturnya.

Kegiatan monitoring dan pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Kementerian Agama, FKDT, dan lembaga pendidikan diniyah dalam membangun tata kelola pendidikan keagamaan yang tertib, akuntabel, dan berbasis data.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan lembaga Madrasah Diniyah dan para guru ngaji semakin memahami pentingnya validitas data dan kelengkapan administrasi sebagai bagian dari penguatan kualitas layanan pendidikan keagamaan di Kabupaten Probolinggo. (red)

Berbagi

Posting Komentar