PROBOLINGGO — Pondok Pesantren Al-Mashduqiah Patokan, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, menggelar Apel Tahunan dan Khutbatul ‘Arsy 2026 dalam rangkaian Program Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (PROSPEK), Ahad (9/8/2026).
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Meneguhkan Integritas, Membangun Generasi Berkualitas” dengan meneguhkan nilai-nilai Panca Jiwa Pesantren, yaitu keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwwah Islamiah, berdikari, dan kebebasan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan apel tahunan yang diikuti para santri dan keluarga besar pesantren. Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan dan parade barisan konsulat sebagai bagian dari rangkaian Khutbatul ‘Arsy.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo dalam pandangannya menyampaikan bahwa Khutbatul ‘Arsy memiliki makna penting bagi pesantren. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kembali nilai pendidikan, keilmuan, akhlak, dan karakter santri.
Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga berintegritas, mandiri, memiliki kemampuan beradaptasi, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial, pesantren juga diharapkan mampu memadukan kekuatan tradisi dengan perkembangan zaman. Tradisi keilmuan pesantren tetap menjadi fondasi, sementara santri perlu dibekali literasi digital, kemampuan berpikir kritis, penguasaan teknologi, komunikasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan.
“Ketika teknologi semakin canggih, dunia justru semakin membutuhkan manusia yang berkarakter dan berintegritas,” demikian pandangan yang disampaikan dalam momentum Khutbatul ‘Arsy tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pesantren yang aman, sehat, dan berkeadaban. Disiplin dan ketegasan dalam pendidikan tetap diperlukan, namun harus dilakukan dalam kerangka pendidikan yang mendidik serta tetap menjaga martabat santri.
Selain itu, kemandirian ekonomi pesantren dinilai perlu terus dikembangkan. Potensi sumber daya manusia, jaringan alumni, aset, dan unit usaha pesantren dapat menjadi kekuatan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kepada para santri, ia berpesan agar menjadikan PROSPEK 2026 sebagai awal perjalanan untuk memperkuat iman, memperdalam ilmu, menjaga adab, menguasai teknologi secara bijak, serta menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian.
“Jangan hanya bercita-cita menjadi orang besar. Bercita-citalah menjadi orang yang besar manfaatnya,” pesannya.
Melalui Khutbatul ‘Arsy dan Apel Tahunan 2026, Pondok Pesantren Al-Mashduqiah diharapkan terus menjadi lembaga pendidikan yang mampu menjaga tradisi kepesantrenan sekaligus responsif terhadap perkembangan zaman.
Meneguhkan integritas, membangun generasi berkualitas—berakar pada tradisi, beradaptasi dengan perubahan, dan berorientasi pada kemaslahatan. (Mp).