PD Pontren Tegaskan Pentingnya Pendidikan Ramah Anak dalam Kunjungan ke TPQ Madin Al-Muhasin Banjarsari

 


Kab. Probolinggo - Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) menegaskan pentingnya penerapan prinsip pendidikan ramah anak dalam penyelenggaraan pendidikan keagamaan Islam. Penegasan tersebut disampaikan oleh staf PD Pontren Sholehudin saat melakukan kunjungan ke TPQ-Madin Al-Muhasin, Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kamis (13/8).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan dan pemantauan terhadap penyelenggaraan pendidikan keagamaan di tingkat lembaga. Dalam kesempatan tersebut, Seksi PD Pontren memberikan perhatian terhadap proses pembelajaran, tata kelola lembaga, serta terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Seksi PD Pontren menekankan bahwa lembaga pendidikan keagamaan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam memberikan penguatan pengetahuan dan praktik keagamaan, tetapi juga perlu memastikan terpenuhinya hak-hak anak selama mengikuti proses pendidikan. Lingkungan belajar harus dibangun secara edukatif, humanis, inklusif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan perlakuan yang berpotensi menghambat perkembangan anak.

“Pendidikan ramah anak merupakan bagian penting dalam membangun lingkungan pembelajaran yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik. Nilai-nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan penghormatan terhadap martabat dan hak anak,” tegas Seksi PD Pontren dalam kunjungan tersebut.

Penerapan pendidikan ramah anak juga memiliki relevansi yang kuat dengan karakter pendidikan keagamaan Islam yang menempatkan pembentukan akhlak sebagai salah satu tujuan utama. Pendekatan pembelajaran yang humanis, dialogis, dan proporsional diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang mendorong peserta didik berkembang secara optimal, baik dalam aspek spiritual, intelektual, sosial, maupun emosional.

Selain memberikan penguatan, kunjungan ke TPQ-Madin Al-Muhasin juga menjadi momentum untuk mendorong pengelola dan tenaga pendidik meningkatkan kualitas layanan serta tata kelola kelembagaan. Sinergi antara pengelola lembaga, pendidik, orang tua, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan keagamaan yang berkualitas sekaligus memberikan perlindungan kepada anak.

Seksi PD Pontren berharap TPQ-Madin Al-Muhasin Banjarsari dapat terus mengembangkan layanan pendidikan keagamaan yang responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Prinsip perlindungan dan kepentingan terbaik bagi anak diharapkan menjadi bagian integral dalam setiap proses pembelajaran dan pengelolaan lembaga.

Kunjungan tersebut sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan pendidikan keagamaan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu dan praktik keagamaan, tetapi juga mampu membentuk generasi yang berakhlak, berkarakter, serta tumbuh dalam lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bermartabat. (red)

Berbagi

Posting Komentar