Peringati HAN ke-42, Bupati Probolinggo Ajak Wujudkan Kabupaten Layak Anak Menonjolkan aksi dan komitmen pemerintah daerah
- Diposting oleh : kabarmerahputih
- pada tanggal : Agustus 05, 2026
Probolinggo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di kawasan wisata Pantai Bentar, Kabupaten Probolinggo, dengan mengusung semangat memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, organisasi perempuan dan anak, Forum Anak, tenaga pendidik, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Muh. Sa'dun mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama.
Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo dr. M. Haris menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak-hak anak sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Konvensi Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (Convention on the Rights of the Child).
"Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa setiap anak adalah amanah yang harus dijaga. Mereka memiliki hak yang wajib dipenuhi oleh negara, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat secara bersama-sama," ujar Bupati Haris.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk memahami dan mengimplementasikan 18 hak anak yang terbagi dalam empat kelompok utama, yakni hak untuk hidup (Survival Rights), hak untuk berkembang (Development Rights), hak untuk memperoleh perlindungan (Protection Rights), dan hak untuk berpartisipasi (Participation Rights).
Bupati menjelaskan bahwa setiap anak berhak memperoleh identitas melalui akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), layanan kesehatan yang berkualitas, gizi yang baik, pendidikan yang layak, ruang bermain dan berekspresi, kesempatan mengembangkan bakat, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, narkoba, perdagangan orang, hingga hak untuk didengar pendapatnya dalam lingkungan keluarga maupun sekolah.
Menurutnya, pemenuhan seluruh hak tersebut merupakan fondasi penting dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
"Jangan hanya mengejar prestasi akademik. Anak juga membutuhkan kasih sayang, waktu bermain, ruang berekspresi, dan lingkungan yang aman agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati Haris juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk terus memperkuat pembangunan yang berpihak kepada anak melalui berbagai program strategis menuju Kabupaten Layak Anak.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, dan Kampung Ramah Anak yang melibatkan sinergi seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, dunia pendidikan, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga keluarga sebagai lingkungan pertama bagi tumbuh kembang anak.
"Terwujudnya Kabupaten Layak Anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Ketika anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang, maka masa depan Kabupaten Probolinggo akan semakin kuat," ungkapnya.
Bupati Haris juga mengajak seluruh orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, media massa, serta komunitas anak untuk terus menciptakan lingkungan yang ramah terhadap anak, bebas dari kekerasan, perundungan (bullying), maupun diskriminasi.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa anak merupakan titipan Allah SWT sekaligus investasi terbesar bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Anak adalah titipan Allah dan aset bangsa. Mari kita mulai dari keluarga untuk memenuhi hak-hak mereka, memberikan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, dan kesempatan berkembang. Anak terlindungi, Probolinggo maju," pungkasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Pantai Bentar berlangsung semarak dengan berbagai kegiatan edukatif, pertunjukan kreativitas anak, serta kampanye bersama tentang pentingnya perlindungan dan pemenuhan hak anak. Melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama, dalam mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang benar-benar layak, aman, dan nyaman bagi setiap anak. (s.dun).
