Kab. Probolinggo (PD Pontren) - Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan silaturahim bersama Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Kraksaan. Kegiatan yang dirangkai dengan sosialisasi EMIS, Peraturan Bupati, serta pemetaan lembaga Madrasah Diniyah tersebut dilaksanakan di PP. Nuruddholam Alassumur Kraksaan, Senin (24/8)
Kegiatan ini menjadi ruang penguatan koordinasi sekaligus konsolidasi untuk membangun Madrasah Diniyah yang semakin representatif, akomodatif, dan memiliki daya saing. Melalui forum tersebut, seluruh pengelola lembaga didorong untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas administrasi, serta melakukan pemetaan potensi dan kebutuhan lembaga secara lebih terukur.
“Kita berharap Madrasah Diniyah ke depan menjadi lembaga yang representatif, akomodatif, dan mampu bersaing,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan silaturahim tersebut.
Dalam kesempatan itu, turut dibahas pelaksanaan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Madin Tahun 2026. Diharapkan, proses pengawalan dan pemanfaatan program tersebut dapat berjalan maksimal serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan diniyah.
Kraksaan sendiri dinilai memiliki modal sosial yang kuat dalam mengawal pendidikan keagamaan. Kondisi yang selama ini kondusif diharapkan terus dijaga sebagai kekuatan bersama untuk melahirkan lembaga pendidikan yang semakin berdaya saing.
Ketua DPAC FKDT Kraksaan menegaskan bahwa selama ini koordinasi dan komunikasi antarlembaga di wilayah Kraksaan berjalan dengan baik.
“Kraksaan tidak pernah memiliki permasalahan yang berarti dan kondisinya tetap kondusif. Yang terpenting, jangan mudah menyalahkan orang lain. Mari saling mendukung dan mencari tahu solusi bersama ketika menghadapi persoalan,” tegasnya.
Meski demikian, forum tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap sejumlah tantangan yang masih dihadapi lembaga, terutama dalam penguasaan teknologi informasi. Kelemahan di bidang IT menjadi salah satu pekerjaan rumah yang perlu dijawab melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pendampingan yang berkelanjutan.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori, berharap seluruh pengelola lembaga terus melakukan upaya perbaikan, termasuk mengubah pola pikir dalam menghadapi perkembangan sistem pendidikan dan digitalisasi.
Menurutnya, peningkatan kualitas lembaga harus diawali dengan mindset untuk terus belajar, beradaptasi, dan tidak berhenti pada pola kerja lama. Penataan administrasi yang baik serta penguatan pengelolaan data melalui Education Management Information System (EMIS) menjadi bagian penting dari transformasi tersebut.
“Perlu ada upaya bersama untuk meningkatkan kapasitas sekaligus mengubah mindset. Administrasi harus ditata dengan baik dan penguatan EMIS harus terus dilakukan,” ujarnya.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nuruddholam KH. Ahmad Ansori menyampaikan sejumlah langkah yang telah dilakukan Madrasah Diniyah di Kecamatan Kraksaan dalam meningkatkan kapasitas dan prestasi. Salah satunya melalui kegiatan studi banding ke Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, sebagai upaya memperluas wawasan dan mengambil praktik-praktik baik dalam pengelolaan pendidikan keagamaan.
Di bidang pengembangan bakat dan prestasi, Kraksaan juga terus melakukan pendampingan melalui kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) serta program tahfidz. Upaya tersebut bahkan membuahkan hasil dengan keikutsertaan peserta dari Kraksaan hingga mampu meraih prestasi di tingkat Jawa Timur.
Tidak berhenti di sana, pihaknya juga berencana menggelar lomba kitab kuning tingkat ula dan wustha dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan MWCNU dan Lembaga Dakwah NU Kraksaan sebagai bentuk penguatan tradisi keilmuan pesantren dan pendidikan diniyah.
Kolaborasi lintas lembaga juga dinilai semakin penting, termasuk dengan unsur terkait di tingkat kecamatan, untuk bersama-sama mengawal anak didik terbaik agar memperoleh ruang pembinaan dan pengembangan prestasi yang optimal.
Dalam sesi sosialisasi, peserta juga diingatkan mengenai pentingnya ketelitian dalam pemenuhan persyaratan administrasi, khususnya terkait proses perpanjangan izin operasional lembaga. Perpanjangan tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan, namun seluruh persyaratan harus dipenuhi secara lengkap dan tepat.
“Jangan pernah menyepelekan kekurangan berkas dalam setiap pengajuan,” menjadi penegasan dalam kegiatan tersebut.
Melalui silaturahim ini, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap terbangun kesadaran bersama bahwa kemajuan Madrasah Diniyah tidak hanya ditentukan oleh program dan bantuan, tetapi juga oleh soliditas, budaya saling mendukung, ketertiban administrasi, serta kesiapan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dengan penguatan EMIS, pemetaan lembaga yang lebih akurat, tata kelola administrasi yang tertib, serta perubahan mindset yang berorientasi pada kemajuan, Madrasah Diniyah di Kecamatan Kraksaan diharapkan mampu terus tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang representatif, akomodatif, dan kompetitif dalam mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Dan detail terkait Ijop dan Emis dijelaskan oleh operator Seksi Sholehudin. (red)
