101 Santri TPQ Metode Tartila se-Kabupaten Probolinggo Diwisuda di Ponpes Assyarbani

 


Kab. Probolinggo - Sebanyak 101 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Metode Tartila di bawah naungan Tartila Center Pimpinan Cabang Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Kabupaten Probolinggo mengikuti wisuda bersama, Ahad (13/9).

Wisuda dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren Assyarbani, Desa Gunung Bekel, Kecamatan Tegalsiwalan, yang diasuh Mukhlis Karim. Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sebelum mengikuti wisuda, para santri telah menjalani munaqasah atau ujian tahsin Al-Qur’an. Ujian tersebut dilaksanakan di TPQ Al-Hamidiyah, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Ahad (9/8).

Hadir dalam kegiatan tersebut Rais PCNU Kabupaten Probolinggo Abdul Hamid, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo Teguh Mahameru Zainul Hasan, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Muhammad As’adi, serta pengurus JQHNU dari 11 pengurus anak cabang.

Dalam tausiyahnya, Teguh Mahameru Zainul Hasan menekankan pentingnya istikamah dalam mempelajari dan menjaga Al-Qur’an.

“Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur. Para santri diharapkan terus istikamah menjaga Al-Qur’an dengan mempelajari, menghafal, dan mengamalkan kandungannya. Ini merupakan salah satu cara yang diridai Allah untuk menjaga kesucian Al-Qur’an di muka bumi,” pesannya.

Sementara itu, Muhammad As’adi mengajak para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak setelah mengikuti wisuda. Menurutnya, wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk semakin meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Sebaik-baik kita adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Saya mengajak para orang tua untuk terus mendukung dan membimbing anak-anak dalam menghafal Al-Qur’an agar semakin banyak generasi Qurani yang menjadi tumpuan harapan kita bersama,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dukungan orang tua memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan proses belajar santri. Pembiasaan membaca, menghafal, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an perlu terus dilakukan, baik di TPQ maupun di lingkungan keluarga.

Wisuda tersebut menjadi bentuk apresiasi atas ketekunan para santri sekaligus dedikasi guru dalam memberikan pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan ini diharapkan semakin memotivasi santri untuk meningkatkan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keberkahan para pendiri, guru, serta kelancaran proses belajar santri di TPQ masing-masing. (red)

Berbagi

Posting Komentar