Silatda VI Alumni Tremas Jatim Digelar di Probolinggo, Rawat Sanad Keilmuan dan Perkuat Silaturahmi

 


KABUPATEN PROBOLINGGO — Peringatan Maulid Akbar, Haul Masyayikh, sekaligus Silaturahmi Daerah (Silatda) VI Ikatan Alumni Pondok Tremas Jawa Timur digelar di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Kropak, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Ahad (6/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB tersebut diasuh langsung oleh KH Jamaluddin Al-Ghozi, yang juga menjabat Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PCNU Kabupaten Probolinggo. Ratusan alumni Pondok Tremas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sejumlah jajaran pengasuh Pondok Pesantren Tremas, Pacitan, juga hadir, di antaranya KH Luqman Hakim dan KH Mahrus Hasyim. Sementara tausiyah utama disampaikan Almukarram KH Luqman Harits Dimyathi dari Pondok Pesantren Tremas, Pacitan.


 

Rangkaian kegiatan diawali dengan tawassul yang dipimpin KH Mustaqim, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin KH Dimyathi. Nuansa penghormatan kepada para masyayikh dan guru terasa kuat sepanjang rangkaian acara.

Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya majelis ilmu sekaligus forum silaturahmi antaralumni pesantren.

Menurut Ansori, peringatan haul dan maulid tidak semata-mata menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga memiliki nilai penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren.


 “Keberadaan majelis seperti Haul Masyayikh dan Silatda Alumni Tremas ini memiliki peran yang sangat strategis. Selain sebagai ajang mendoakan para muassis dan guru, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyambung sanad keilmuan serta mengokohkan komitmen alumni dalam mensyiarkan ajaran Islam yang ramah, moderat, dan menyejukkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo terus mendorong sinergi antara pesantren, alumni, dan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga mutu pendidikan keagamaan sekaligus membina karakter generasi muda.

Sementara itu, Koordinator Daerah (Korda) Alumni Tremas Jawa Timur, Ustaz Jamaluddin, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Silatda VI tersebut.

Ia juga mengajak seluruh alumni untuk senantiasa menjaga hubungan dengan para guru dan terus mengharapkan doa serta keberkahan dari para masyayikh.

“Terima kasih atas support dari semua pihak. Kami senantiasa berharap doa dan bimbingan dari para guru agar ikatan alumni tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam laporannya, Korda Alumni Tremas Probolinggo, Ustaz Zainuddin, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Ia mengapresiasi antusiasme alumni dan jamaah yang hadir serta dukungan berbagai pihak sehingga acara berlangsung lancar dan khidmat.

Silatda VI tersebut tidak hanya menjadi ruang temu bagi para alumni Pondok Tremas, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara santri, alumni, dan para masyayikh. Forum ini sekaligus meneguhkan kembali komitmen alumni untuk meneruskan nilai-nilai pendidikan pesantren dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.

Melalui Maulid Akbar, Haul Masyayikh, dan Silatda VI ini, ikatan batin antara alumni dengan para guru diharapkan semakin kuat. Tradisi keilmuan dan sanad pesantren pun diharapkan terus terjaga, seiring dengan semakin besarnya peran alumni dalam dakwah, pendidikan, dan pembangunan keagamaan di daerah. (red)

Berbagi

Posting Komentar