Visitasi Akreditasi PPS Al-Ihsan, Kemenag Probolinggo Dorong Penguatan Mutu Pesantren

 


Kab. Probolinggo - Upaya memperkuat penjaminan mutu pendidikan pesantren dilakukan melalui visitasi akreditasi Pondok Pesantren Salafiyah (PPS) Al-Ihsan Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, Jumat (11/9).

Visitasi dilaksanakan oleh tim asesor dari Majelis Masyayikh dan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM), yakni Miftahul Munir dan Ahmad.

Kedatangan tim asesor disambut Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Ansori, bersama pengasuh, dewan masyayikh, dan Samsul selaku pengurus PPS Al-Ihsan Kerpangan.

Ansori menyambut baik pelaksanaan visitasi tersebut. Ia juga mengapresiasi kesiapan lembaga dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Kami menyambut baik kehadiran tim asesor di PPS Al-Ihsan Kerpangan. Ini merupakan ikhtiar bersama untuk memastikan mutu pendidikan pesantren salafiyah terus meningkat dan mendapat pengakuan secara nasional,” ujar Ansori.

Menurutnya, kesiapan menghadapi perubahan perlu ditunjukkan melalui pembenahan pada aspek kurikulum, pengelolaan, sarana dan prasarana, serta penguatan budaya mutu pesantren.

Ansori menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar penilaian administratif, melainkan instrumen untuk memotret kekuatan lembaga sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan.

Ia menilai PPS Al-Ihsan Kerpangan memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Pesantren yang maju adalah pesantren yang bersedia dievaluasi. Akreditasi menjadi cermin untuk melihat sejauh mana standar pendidikan pesantren telah diterapkan. Kami berharap PPS Al-Ihsan memperoleh hasil terbaik dan menjadi inspirasi bagi PPS lainnya di Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.

Ketua Tim Asesor, Miftahul Munir, menjelaskan bahwa visitasi dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi data yang telah diunggah lembaga melalui Sistem Akreditasi Pesantren.

Penilaian meliputi sejumlah aspek, antara lain kompetensi lulusan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, serta budaya khas pesantren.

“Kami melihat secara langsung praktik pembelajaran kitab kuning, penerapan metode sorogan dan bandongan, serta keteladanan akhlak di lingkungan pesantren. Secara umum, PPS Al-Ihsan Kerpangan menunjukkan kesiapan yang baik,” ungkap Miftahul Munir.

Asesor lainnya, Ahmad, menambahkan bahwa akreditasi menjadi momentum penting untuk memperkuat pengakuan negara terhadap pendidikan pesantren salafiyah yang mempunyai karakteristik tersendiri.

“Pesantren salafiyah dengan kekayaan turats-nya merupakan pilar peradaban. Akreditasi bukan untuk menyeragamkan, melainkan memastikan mutu tanpa menghilangkan kekhasan pesantren salafiyah. Kami melihat komitmen pengasuh dan dewan guru PPS Al-Ihsan Kerpangan sangat kuat,” jelasnya.

Pengasuh PPS Al-Ihsan Kerpangan, Ahmad Faishol, menyampaikan terima kasih atas pembinaan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, khususnya Seksi PD Pontren, serta pendampingan yang diberikan menjelang visitasi.

Pihaknya berharap hasil akreditasi dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

Visitasi berlangsung dalam suasana akademis dan kekeluargaan. Tim asesor melakukan telaah dokumen, observasi pembelajaran, wawancara dengan pengasuh, ustaz, santri, dan wali santri, serta meninjau sarana dan prasarana pesantren.

Melalui pelaksanaan akreditasi tersebut, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo berharap seluruh PPS di wilayahnya semakin termotivasi melakukan transformasi mutu menuju pesantren yang unggul, mandiri, dan berdaya saing. Upaya tersebut juga diharapkan mendukung penguatan Pesantren Ramah Anak dan Pesantren Berdaya. (red)

Berbagi

Posting Komentar